Audio Analog vs Digital: Mengapa Vinyl Terdengar Hangat dan CD Terdengar Tajam

8

Perdebatan mengenai format audio biasanya bermuara pada satu hal: analog versus digital.

Anda memiliki piringan hitam di satu sisi. Mereka analog. CD dan DVD bersifat digital. Perbedaannya bukan hanya masalah pemasaran. Itu adalah fisika.

Suara asli adalah gelombang kontinu. Saat Anda merekam suara itu, Anda harus memutuskan cara menangkapnya.

Cara Kerja Pengambilan Sampel Digital

Rekaman digital tidak menangkap gelombang yang terus menerus. Dibutuhkan snapshot.

Untuk CD standar, sistem mengambil sampel sinyal analog 44.100 kali per detik. Itu adalah tingkat pengambilan sampel. Ini juga mengukur setiap snapshot dengan akurasi 16-bit. Ini berarti setiap sampel dapat menjadi salah satu dari 65.536 nilai yang mungkin.

Proses ini menciptakan efek tangga. File digital mendekati bentuk gelombang asli dengan serangkaian langkah. Itu tidak pernah menangkap gelombang lengkap.

Transisi yang cepat terhambat di sini. Pukulan drum yang tajam atau tiupan terompet yang tiba-tiba berubah begitu cepat sehingga laju pengambilan sampel mungkin kehilangan nuansanya. Hasilnya adalah sedikit distorsi. Versi digital adalah perkiraan.

Keunggulan Vinyl dan Kekurangannya

Rekaman vinil bekerja secara berbeda. Jarumnya menaiki alur yang diukir pada plastik. Alur ini mencerminkan gelombang suara aslinya dengan tepat.

Tidak ada informasi yang hilang dalam proses ukiran. Output dari pemutar rekaman adalah analog. Anda dapat memasukkannya langsung ke amplifier. Tidak diperlukan konversi digital ke analog.

Karena bentuk gelombangnya kontinu, suaranya lebih kaya. Terasa lebih akurat dibandingkan performa aslinya.

Ada tangkapan.

Debu adalah musuh. Setitik debu pada alur menimbulkan kebisingan. Goresan menyebabkan letupan dan listrik statis. Pada bagian lagu yang tenang, kebisingan ini dapat mengganggu. File digital tidak mengalami masalah ini. Jika file digital berisi keheningan, maka file tersebut diam. Itu tidak menurun seiring waktu.

DVD Audio: Standar Resolusi Tinggi

Industri rekaman memperkenalkan DVD Audio untuk memperbaiki keterbatasan CD. Ini menawarkan kualitas yang jauh lebih tinggi.

Berikut perbandingan angkanya.

Tingkat Pengambilan Sampel

  • CD Audio: 44,1 kHz
    *DVD Audio: 192kHz

Sampel Per Detik

  • CD Audio : 44.100
    *DVD Audio : 192.000

Akurasi Pengambilan Sampel

CD Audio: 16-bit
DVD Audio: 24-bit

Kemungkinan Tingkat Output

  • CD Audio : 65.536
    *DVD Audio : 16.777.216

DVD dapat menampung musik selama 74 menit dengan kualitas tertinggi ini. CD juga tahan 74 menit. Jika Anda menurunkan laju pengambilan sampel atau akurasi, DVD dapat menyimpan audio berkualitas CD hingga 7 jam. Namun untuk mendapatkan suara terbaik, diperlukan spesifikasi yang tinggi.

Yang Anda Butuhkan untuk Memutar Audio Qudio Tinggi

Pemutar dan disc DVD Audio masih jarang ditemukan. Kemungkinan besar hal ini akan menjadi lebih umum seiring dengan semakin matangnya teknologi. Perbedaan kualitas suara terlihat jika Anda mendengarkan dengan cermat.

Namun Anda tidak bisa hanya memutar disknya. Anda memerlukan perangkat keras yang tepat.

Kebanyakan pemutar DVD hanya memiliki konverter digital-ke-analog (DAC) yang mendukung 96kHz/24-bit. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari standar Audio DVD 192kHz/24-bit, Anda memerlukan pemutar dengan DAC 192kHz/24-bit.

Jika pemutar Anda memiliki kecepatan tertinggi pada 96kHz, Anda tidak mendapatkan resolusi penuh yang ditawarkan disk. Periksa spesifikasinya sebelum Anda membeli.

Pertanyaan Umum Tentang Format Audio

Apakah vinil lebih baik daripada CD?

Secara teknis, tidak. CD memiliki rasio signal-to-noise yang lebih baik. Mereka juga memiliki jangkauan dinamis lebih dari sepuluh kali lipat dari piringan hitam. Namun, banyak pendengar lebih menyukai “kehangatan” vinil.

Haruskah saya membeli CD atau vinil?

Itu adalah preferensi pribadi. Beberapa orang menyukai suara CD yang tajam dan jernih. Yang lain menyukai tekstur vinil yang berderak. Bagi mereka itu terasa lebih otentik.

Mana yang bertahan lebih lama?

Sulit untuk mengatakannya. Jika disimpan dalam kondisi sempurna, kedua format tersebut dapat bertahan hingga ratusan tahun. Vinyl bisa melengkung. CD bisa membusuk. Penyimpanan yang tepat adalah kunci untuk keduanya.

Dapatkah Anda mendengar perbedaannya?

Ya. Campuran vinil seringkali lebih senyap dibandingkan CD. Hal ini karena alur vinil memiliki batasan fisik mengenai seberapa jauh alur tersebut dapat dipotong. Kehangatan dan kekayaan suara analog sulit ditiru secara digital.

Mengapa vinil masih populer?

Banyak yang percaya vinil kembali populer karena terdengar lebih mirip dengan pertunjukan live. Instrumen dan vokal terdengar jelas. File digital sering kali dikompresi untuk menghemat ruang. Kompresi itulah yang bisa meratakan suara.