Pemadaman listrik Verizon baru-baru ini pada Januari 2026 merupakan kegagalan signifikan dalam keandalan jaringan seluler, dan para ahli memperingatkan bahwa ini bukan yang terakhir. Peristiwa ini menggarisbawahi kebenaran penting mengenai infrastruktur seluler modern: layanan tanpa gangguan, seperti utilitas seperti air atau listrik, saat ini tidak memungkinkan. Menara seluler, satelit, dan sistem perangkat lunak yang kompleks rentan terhadap kegagalan—dan tingkat keparahan gangguan ini semakin meningkat.
Skala Gangguan
Pemadaman Verizon ini sangat parah, berpotensi memblokir panggilan 911 yang jumlahnya tak terhitung dan melampaui ledakan besar layanan AT&T pada Februari 2024. Insiden sebelumnya berlangsung sekitar 11 jam, menyebabkan 92 juta panggilan tidak terkirim, termasuk 25.000 panggilan darurat. Gangguan Verizon berbeda; hal ini secara bersamaan melumpuhkan suara dan data, membuat ponsel terjebak dalam mode darurat.
Apa yang Salah?
Meskipun pemadaman AT&T ditelusuri ke pembaruan perangkat lunak yang salah dikonfigurasi oleh seorang karyawan, kegagalan Verizon tampaknya merupakan “kegagalan inti” yang lebih mendasar. Perusahaan ini kesulitan mengidentifikasi akar permasalahannya, sehingga menunjukkan adanya masalah yang lebih dalam dan sistemik dalam perangkat lunak jaringannya. Investigasi sedang dilakukan, namun laporan awal menunjukkan bahwa ini lebih dari sekadar kesalahan konfigurasi.
PHK dan Pengetahuan Kelembagaan
Menambah kompleksitas, Verizon mengalami PHK secara signifikan pada bulan November 2025, memangkas 13.000 pekerjaan, termasuk peran teknik jaringan. Para ahli berspekulasi bahwa hilangnya pengetahuan institusional mungkin telah memperburuk krisis ini. Tidak adanya personel yang berpengalaman dapat menghambat diagnosis dan penyelesaian pemadaman yang disebabkan oleh perangkat lunak secara cepat.
Data Menceritakan Kisahnya
Data downdetector mengonfirmasi tingkat keparahan pemadaman Verizon. Selama insiden AT&T, laporan puncak mencapai 74.000 keluhan pengguna secara bersamaan, dan stabil dalam beberapa jam. Namun, pemadaman listrik Verizon melonjak menjadi 178.000 laporan bersamaan pada tengah hari tanggal 14 Januari 2026—lonjakan yang jauh lebih hebat. Dampaknya terlihat jelas, bahkan ketika toko Verizon sendiri terjebak dalam mode darurat.
Konsekuensi Jangka Panjang
Analis memperkirakan Verizon akan menghadapi kerusakan merek dan kehilangan pelanggan dalam beberapa bulan mendatang. Beberapa pelanggan mungkin membatalkan kontrak karena gangguan tersebut, terutama karena kompensasi $20 yang ditawarkan mungkin tidak cukup. Pemadaman ini menyoroti perlunya redundansi jaringan yang lebih kuat dan sistem kompensasi otomatis, seperti Jaminan AT&T, yang menawarkan layanan gratis sehari penuh jika pemadaman melebihi satu jam.
Industri akan memantau secara ketat sejauh mana eksodus pelanggan. Meskipun pengurangan beban jaringan mungkin tampak seperti keuntungan kecil, kehilangan pelanggan pada akhirnya akan merugikan Verizon secara finansial dalam jangka pendek.
Pemadaman listrik Verizon pada tahun 2026 menjadi pengingat bahwa jaringan seluler tercanggih pun pun rentan. Insiden ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai ketahanan infrastruktur, keputusan penempatan staf, dan potensi gangguan di masa depan, sehingga menggarisbawahi perlunya tindakan proaktif untuk memitigasi risiko sistemik.

























