Regulasi Teknologi UE vs. AS: Kesenjangan yang Semakin Dalam

16

Hubungan antara pendekatan Eropa dan Amerika terhadap regulasi digital semakin tegang, ditandai dengan rasa saling frustrasi dan gagalnya kerja sama yang bermakna. Meskipun masyarakat Amerika sering mengkritik kerangka legislatif Uni Eropa sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berpendapat, sebagian besar masyarakat Eropa menganggap kekhawatiran ini tidak relevan dengan kedaulatan dan perlindungan konsumen mereka. Ini bukanlah perdebatan tentang prinsip-prinsip abstrak; ini tentang kekuatan, pasar, dan masa depan internet.

Mengapa Bentrokan Itu Penting

Ketegangan inti muncul dari filosofi yang berbeda secara fundamental. Amerika Serikat memprioritaskan pengalaman pengguna yang universal secara global untuk platform digital, yang berarti bahwa peraturan UE berdampak langsung pada cara perusahaan-perusahaan Amerika beroperasi di seluruh dunia. Sementara itu, UE menegaskan haknya untuk menetapkan peraturan yang mencerminkan nilai-nilai dan kebutuhan Eropa dalam pasar konsumennya yang berjumlah 450 juta orang. Hal ini bukan hanya mengenai kebijakan digital; ini tentang “efek Brussel”, yaitu peraturan UE yang menjadi standar global dan membentuk norma-norma teknologi internasional.

Hal ini penting karena: Ambisi UE untuk membentuk peraturan global, ditambah dengan persaingan teknologi AS dengan Tiongkok, membuat gesekan trans-Atlantik tidak dapat dihindari. Perusahaan-perusahaan Amerika takut akan peraturan yang berlebihan, sementara perusahaan-perusahaan Eropa bersikeras untuk menetapkan persyaratan mereka sendiri.

Perincian Dialog

Upaya kerja sama, seperti kesepakatan perdagangan UE-AS, berulang kali gagal karena kelompok garis keras di kedua pihak mendapat keuntungan dari konflik tersebut. Di Eropa, industri regulasi yang sudah mapan mempertahankan peraturan yang ada, sementara beberapa pihak Amerika terlibat dalam retorika anti-Uni Eropa yang tidak produktif, sehingga semakin mengobarkan ketegangan. Siklus eskalasi ini membayangi kelompok moderat yang mengakui adanya manfaat timbal balik dari kemitraan.

Perspektif UE: Kedaulatan dan Kebutuhan Lokal

Masyarakat Eropa tidak begitu saja mengabaikan argumen konstitusional Amerika; mereka menganggapnya tidak relevan. Pasar tunggal yang besar mempunyai hak untuk menentukan peraturannya sendiri, dan UE yakin bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk melakukan hal tersebut. Namun, perubahan di UE berlangsung lambat dan sulit. Komisi menghadapi penolakan bahkan dari mereka yang mengakui perlunya penyederhanaan, karena kepentingan yang kuat bergantung pada kompleksitas peraturan yang ada.

Perspektif Amerika: Jangkauan dan Pengaruh Global

Perspektif AS didorong oleh dampak peraturan UE pada platform global. Perusahaan-perusahaan Amerika khawatir bahwa undang-undang Eropa akan menghambat inovasi dan membatasi kebebasan berpendapat bagi pengguna di seluruh dunia. Ketidakjelasan beberapa peraturan UE menambah ketidakpastian, sehingga menciptakan ketidakpastian peraturan yang terus-menerus.

Gambaran Lebih Besar: Saling Ketergantungan dan Kepentingan Strategis

Kedua belah pihak harus menyadari bahwa tidak ada satupun yang beroperasi dalam ruang hampa. Pemisahan data kosong (blank-slate decoupling) tidak realistis dalam perekonomian global yang saling terhubung. Seluruh dunia sedang menyaksikan hal ini, dan beberapa negara mendapat manfaat dari pertikaian transatlantik. Kepentingan strategis jangka panjang bagi AS dan UE terletak pada dialog yang berkelanjutan, bukan hal yang berlebihan.

Tindakan paling logis saat ini adalah berpikir jangka panjang – memperkecil penilaian kemitraan teknologi UE-AS dalam konteks kemitraan antara, katakanlah, Tiongkok dan Rusia, dan menganggap remeh pernyataan-pernyataan besar apa pun.

Kebuntuan yang terjadi saat ini tidak dapat dipertahankan. Kedua belah pihak akan mengalami kerugian lebih besar jika kolaborasi yang berarti ditunda lebih lanjut. Pendekatan pragmatis, yang berfokus pada kepentingan bersama dan bukan pertentangan ideologi, sangat penting untuk mengarahkan masa depan regulasi digital.