Layanan Robotaxi Komersial Pertama di Eropa Diluncurkan di Kroasia

14

Kemitraan baru antara startup Kroasia Verne, raksasa ride-hailing Uber, dan perusahaan kendaraan otonom Tiongkok Pony.ai akan menghadirkan layanan taksi sepenuhnya tanpa pengemudi ke Eropa, dimulai di Zagreb, Kroasia. Kolaborasi ini menandai langkah signifikan menuju mobilitas otonom yang meluas, memanfaatkan teknologi self-driving Pony.ai, keahlian operasional Verne, dan jaringan global Uber yang sudah mapan.

Bangkitnya Ride-Hailing yang Otonom

Usaha patungan ini mencerminkan tren yang berkembang: perusahaan kendaraan otonom Tiongkok mencari peluang di Eropa karena mereka menghadapi meningkatnya pembatasan di pasar Amerika. Pony.ai sebelumnya telah bermitra dengan aplikasi ride-hailing Eropa, Bolt, dan pemain besar Amerika seperti Waymo dan Uber sudah menguji robotaxis di London dan Madrid. Perluasan ini menyoroti percepatan perlombaan global untuk menerapkan teknologi self-driving secara komersial.

Cara Kerja Robotaksi

Kendaraan self-driving mengandalkan kombinasi sensor, perangkat lunak canggih, dan aktuator presisi untuk menavigasi jalan raya. Sistem Gen-7 Pony.ai, yang akan menggerakkan armada, menggunakan pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam untuk menafsirkan skenario dunia nyata dan membuat keputusan mengemudi. Robotaksis yang sedang diuji di Zagreb dibangun pada platform Arcfox Alpha T5.

Kemitraan Strategis dan Rencana Ekspansi

Verne akan memiliki dan mengoperasikan armada robotaxi, sementara Uber akan berinvestasi pada startup tersebut dan mengintegrasikan layanan tersebut ke dalam aplikasi ride-hailing yang sudah ada. Sinergi ini memungkinkan penerapan lebih cepat dan aksesibilitas lebih luas. Menurut CEO Verne Marko Pejkovic, “Eropa membutuhkan mobilitas otonom yang dapat beralih dari pengujian ke layanan nyata,” dan kemitraan ini dirancang untuk mewujudkan hal tersebut.

Perusahaan-perusahaan tersebut belum mengumumkan tanggal pasti peluncurannya, namun persetujuan peraturan sedang diupayakan. CEO Uber Dara Khosrowshahi menekankan bahwa ini adalah “sebuah langkah penting menuju penyediaan layanan pemesanan kendaraan otonom bagi lebih banyak pengendara di lebih banyak tempat.” Inisiatif ini diharapkan dapat diperluas ke luar Zagreb sesegera mungkin.

Kolaborasi ini menandakan bahwa layanan ride-hailing yang sepenuhnya otonom bukan lagi sebuah konsep masa depan, melainkan sebuah kenyataan yang semakin dekat. Proyek ini juga menunjukkan bagaimana kemitraan global mempercepat penerapan teknologi disruptif ini.