Jerman dengan cepat mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di seluruh layanan pemerintah dan sektor swasta, didorong oleh keyakinan bahwa transformasi digital sangat penting untuk daya saing di masa depan. Dorongan ini mencakup investasi besar dalam infrastruktur AI dalam negeri dan komitmen untuk mendorong inovasi, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Transformasi Digital Karsten Wildberger pada KTT Pemerintah Dunia di Dubai.
Pemerintah Merangkul AI “dengan Kecepatan Penuh”
Wildberger menekankan bahwa Jerman tidak melakukan pendekatan terhadap AI dengan hati-hati, melainkan “menerimanya dengan kecepatan penuh.” Tujuannya adalah memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi pemerintah secara signifikan dan menciptakan sektor publik yang lebih tangkas dan modern. Hal ini melibatkan penerapan AI dalam skala besar, meskipun menteri mengakui bahwa kerangka peraturan perlu disempurnakan lebih lanjut untuk mendorong inovasi.
“AI adalah teknologi berikutnya yang dapat kita gunakan untuk melakukan lompatan besar, dan itulah yang sedang kita lakukan. Oleh karena itu, kita menerapkan AI dalam skala besar di pemerintahan, dan oleh karena itu kita ingin mempercepat hal ini.” – Karsten Wildberger
Industri AI Berdaulat: Fasilitas Bawah Tanah Munich
Komitmen Jerman tidak hanya terbatas pada perangkat lunak. Minggu ini, negara tersebut membuka pabrik AI bawah tanah di Munich, yang dirancang untuk membangun industri AI yang berdaulat. Langkah ini mengurangi ketergantungan pada penyedia AI asing dan memastikan kendali Jerman atas teknologi AI yang penting.
Memanfaatkan Riset, Industri, dan Data
Jerman memiliki keunggulan utama dalam perlombaan AI. Negara ini telah memiliki kemampuan penelitian AI yang kuat, termasuk lembaga-lembaga terkemuka, dan basis industri yang kuat dengan keahlian domain yang signifikan. Yang terpenting, Jerman juga memiliki akses terhadap data dalam jumlah besar – yang merupakan sumber daya penting untuk pelatihan dan penyempurnaan model AI.
Booming Startup Mendorong Pertumbuhan AI
Sektor swasta meresponsnya. Pada tahun 2025, Jerman mencatat 3.568 startup baru, meningkat 29% dari tahun sebelumnya. Lebih dari 25% bisnis baru ini menggunakan AI sebagai komponen inti dalam operasi mereka, yang menunjukkan semakin besarnya pengaruh teknologi terhadap perekonomian Jerman. Inovasi akar rumput ini dipandang sebagai kekuatan utama yang ingin diperkuat oleh para pembuat kebijakan.
Jerman memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam adopsi AI, menggabungkan inisiatif yang dipimpin negara dengan inovasi sektor swasta untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam lanskap digital yang terus berkembang. Strategi negara ini berfokus pada kemajuan teknologi dan mempertahankan kendali atas infrastruktur AI.
