MilkStraw AI Mendapatkan Seed Round senilai $2 Juta untuk Mengoptimalkan Biaya Cloud

19

MilkStraw AI, startup pengoptimalan cloud yang beroperasi di UEA dan San Francisco, telah mengumpulkan dana Seed sebesar $2 juta yang dipimpin oleh VentureSouq. Putaran ini juga melibatkan partisipasi dari Ibtikar Fund dan M Capital, yang melanjutkan putaran pra-seed sebelumnya senilai $600,000 pada Januari 2025.

Mengatasi Kebutuhan Kritis

Investasi ini mencerminkan meningkatnya permintaan akan solusi manajemen biaya cloud seiring dengan berkembangnya bisnis. Pengeluaran infrastruktur cloud merupakan beban operasional yang signifikan, terutama bagi perusahaan yang berkembang pesat. Kemampuan MilkStraw AI untuk menyelesaikan putaran ini hanya dalam 45 hari menandakan kepercayaan investor yang kuat terhadap sektor ini.

Apa yang Dilakukan MilkStraw AI

Didirikan pada tahun 2023 oleh Jawad Shreim, MilkStraw AI mengotomatiskan dan mengoptimalkan biaya infrastruktur cloud menggunakan kecerdasan buatan. Platform ini menjanjikan penghematan biaya Amazon Web Services (AWS) hingga 75% dengan memanfaatkan harga instans cadangan dengan fleksibilitas sesuai permintaan.

  • Hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan rintisan dan teknologi yang mengutamakan belanja efisien. *

Daya Tarik dan Pertumbuhan

Perusahaan ini telah melayani lebih dari 100 startup di fintech, SaaS, dan sektor teknologi lainnya. Pelanggan utama termasuk perusahaan MENA terkemuka seperti Thndr, Maqsam, Ziina, Beyond Limits, dan Zero.

Perkembangan Masa Depan

Pendanaan baru ini akan mendorong perluasan produk dan skala operasional, termasuk:

  • Umpan: Fitur pemantauan infrastruktur waktu nyata.
  • Ukuran yang Tepat: Alat pengoptimalan sumber daya otomatis.
  • Antarmuka Percakapan Berbasis AI: Memungkinkan pengguna mengelola infrastruktur cloud menggunakan bahasa alami.

Perluasan Wilayah

MilkStraw AI bermaksud untuk memperkuat kehadirannya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) dan berekspansi ke pasar baru. Perusahaan awalnya fokus melayani perusahaan seperti Magnitt, Voltlines, RISE, dan Washmen sebelum memperluas basis pelanggannya.

Penyelesaian cepat putaran pendanaan ini menggarisbawahi semakin pentingnya optimalisasi biaya cloud sebagai fungsi bisnis inti bagi perusahaan teknologi.

Investasi ini menyoroti tren menuju solusi khusus berbasis AI dalam pengelolaan infrastruktur, di mana dunia usaha secara aktif mencari alat untuk mengurangi biaya tanpa mengorbankan pertumbuhan atau kualitas layanan.