MBZUAI Meluncurkan Program PhD Perintis dalam Interaksi Manusia-Komputer

23

Universitas Kecerdasan Buatan Mohamed bin Zayed (MBZUAI) di Abu Dhabi telah membuka pendaftaran untuk kelompok doktoral pertamanya di bidang Interaksi Manusia-Komputer (HCI), dengan studi yang akan dimulai pada musim gugur 2026. Langkah ini menandai langkah signifikan dalam mengatasi tantangan penting dalam bidang AI yang berkembang pesat: memastikan bahwa sistem canggih tetap dapat diakses, bermakna, dan selaras dengan kebutuhan manusia.

Memperluas Fokus Penelitian

Program PhD baru akan fokus pada bidang penelitian utama termasuk penyelarasan manusia-AI, antarmuka multimodal, augmentasi kognitif, antarmuka otak-komputer, interaksi manusia-data, dan pengembangan sistem interaktif adaptif. Ekspansi ini menempatkan MBZUAI sebagai pemimpin dalam upaya menjembatani kesenjangan antara teknologi AI yang kuat dan penerapannya di dunia nyata.

Departemen HCI adalah bidang spesialisasi keenam di universitas ini, bergabung dengan departemen-departemen yang sudah ada di bidang Computer Vision, Machine Learning, Natural Language Processing, Robotics, dan Computer Science. Penambahan ini mencerminkan langkah strategis menuju ekosistem penelitian AI yang lebih komprehensif.

Kepemimpinan dan Keahlian

Departemen ini akan diketuai oleh Profesor Elizabeth Churchill, pakar pengalaman pengguna terkenal yang sebelumnya bekerja di Google. Profesor Churchill memiliki pengalaman luas dalam merancang teknologi yang berpusat pada pengguna, setelah sebelumnya memimpin tim yang berfokus pada alat pengembang untuk sistem operasi Fuchsia Google dan penelitian untuk Desain Material dan Flutter.

Program ini akan menarik para spesialis dari berbagai bidang – ilmu kognitif, psikologi, desain, ilmu saraf, dan komputasi sosial – untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat memberdayakan individu, memperkuat komunitas, dan memastikan inklusivitas dalam pengembangan teknologi.

Implikasi yang Lebih Luas

Peluncuran program ini dilakukan pada saat yang sangat penting. Seiring dengan semakin cepatnya kemampuan AI, semakin penting untuk memahami bagaimana teknologi ini berintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari, memengaruhi perilaku, dan memenuhi kebutuhan sejati manusia. Konvergensi AI dan HCI menghadirkan peluang dan tantangan :

  • Antarmuka yang didukung AI dapat mempersonalisasi pengalaman melalui teks prediktif, pengenalan suara, dan sistem rekomendasi adaptif.
  • Namun, bias algoritmik, privasi pengguna, transparansi dalam pengambilan keputusan AI, dan menjaga keagenan manusia tetap menjadi perhatian penting.
  • Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi keterbatasan kecerdasan emosional AI, memastikan aksesibilitas bagi beragam pengguna, dan memitigasi potensi dampak sosial yang negatif seperti isolasi sosial.

Komitmen MBZUAI terhadap penelitian ini sejalan dengan ambisi UEA yang lebih luas untuk membangun ekonomi berbasis inovasi yang didasarkan pada kepercayaan dan inklusi. Universitas ini, yang telah masuk dalam peringkat 20 besar dunia untuk disiplin ilmu terkait AI, bertujuan untuk memajukan penelitian tentang bagaimana masyarakat mengadopsi dan menggunakan kembali teknologi AI secara bertanggung jawab.

Aplikasi untuk pengukuhan Ph.D. kohort sekarang dibuka, dengan program Master of Science dalam HCI dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2026 untuk penerimaan Musim Gugur 2027. Ekspansi ini semakin memperkuat posisi MBZUAI sebagai institusi terdepan dalam lanskap AI global.

Keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada kecakapan teknisnya namun juga pada kemampuannya untuk melayani kebutuhan manusia secara efektif dan etis. Peluncuran program PhD ini merupakan langkah penting ke arah tersebut.