Epic Games mengurangi tenaga kerjanya sebanyak lebih dari 1.000 karyawan karena keterlibatan pemain di Fortnite menurun dan hambatan ekonomi yang lebih luas berdampak pada industri game. Hal ini menandai gelombang PHK kedua dalam waktu kurang dari setahun, yang menandakan tantangan keuangan yang lebih besar bagi pengembang game yang dulunya dominan.
Basis Pemain Fortnite Menurun
Fortnite, fenomena battle royale yang mencapai puncaknya pada tahun 2024-2025, mengalami penurunan aktivitas pemain yang signifikan. Meskipun game ini masih memiliki 110–120 juta pengguna aktif bulanan, jumlah ini menunjukkan penurunan yang signifikan dari jumlah pengguna aktif bulanan yang mencapai lebih dari 44 juta dan 14 juta pengguna bersamaan pada puncaknya. CEO Epic Tim Sweeney menyatakan bahwa perusahaannya sekarang “menghabiskan lebih banyak uang daripada yang kami hasilkan.”
Penurunan ini tidak terjadi secara terisolasi. Pasar game yang lebih luas menghadapi melemahnya belanja konsumen dan meningkatnya persaingan. Inkonsistensi musiman Fortnite dan kembalinya platform seluler yang sedang berlangsung (namun lambat) semakin berkontribusi terhadap tekanan finansial.
Tindakan Pemotongan Biaya dan PHK
Epic bermaksud memangkas biaya selain PHK, termasuk pengurangan kontrak, pemasaran, dan peran terbuka, dengan total penghematan lebih dari $500 juta. Sweeney menekankan pemotongan ini diperlukan untuk memastikan perusahaan tetap stabil secara finansial. Langkah ini mengikuti PHK sebelumnya terhadap lebih dari 800 karyawan pada September 2023, yang juga didorong oleh masalah keuangan.
Pesangon dan Rencana Masa Depan
Karyawan yang terkena dampak PHK akan menerima paket pesangon termasuk gaji pokok setidaknya empat bulan, perpanjangan layanan kesehatan, dan percepatan vesting saham. Epic berencana untuk terus berinvestasi pada alat AI untuk pembuatan konten, tetapi PHK tidak ada hubungannya dengan hal ini.
Perusahaan akan mengadakan pertemuan seluruh perusahaan pada hari Kamis untuk menguraikan rencana masa depannya. Sweeney menyatakan penyesalannya atas pemotongan tersebut, mengakui bahwa bakatnya telah hilang.
“Di Epic, kami bangga hanya merekrut orang-orang terbaik di industri ini, jadi sangat menyakitkan berpisah dengan begitu banyak orang berbakat.”
Situasi ini menyoroti betapa cepatnya dominasi pasar dalam industri game dapat berubah. Penurunan Fortnite menggarisbawahi perlunya inovasi dan adaptasi terus-menerus untuk mempertahankan keterlibatan pemain dalam lanskap digital yang padat.



























