DoorDash Membayar Kurir untuk Melatih AI dengan Rekaman Dunia Nyata

4

DoorDash meluncurkan program baru yang secara langsung memanfaatkan tenaga pengirimannya untuk meningkatkan kecerdasan buatan (AI) dan sistem robot. Aplikasi “Tugas” perusahaan dan fitur dalam aplikasi yang terintegrasi kini memungkinkan kurir mendapatkan uang dengan mengirimkan data video dan audio untuk tujuan pelatihan AI.

Cara Kerja Program

Ide intinya sederhana: kurir dibayar untuk melakukan tindakan sehari-hari sambil merekamnya. Ini mencakup tugas-tugas seperti merekam gerakan tangan saat mencuci piring, mengucapkan frasa dalam berbagai bahasa, atau mengambil gambar lokasi tertentu (pintu masuk hotel, menu restoran). Gajinya telah ditentukan sebelumnya dan disesuaikan dengan kompleksitas penugasan. DoorDash menekankan bahwa data ini membantu model AI belajar lebih memahami dunia fisik.

Beyond DoorDash: Tren yang Berkembang

Ini bukanlah langkah yang terisolasi. Uber telah mengumumkan rencana serupa untuk membayar pengemudi untuk tugas pelatihan AI, seperti mengunggah foto untuk evaluasi model. Tren ini menyoroti strategi yang lebih luas di mana pekerja gig economy semakin banyak yang menjadi penyedia data untuk pengembangan AI.

Aplikasi Data dan Kemitraan

Rekaman yang dikumpulkan akan digunakan untuk menyempurnakan sistem AI milik DoorDash, serta sistem mitranya di bidang ritel, asuransi, perhotelan, dan teknologi. Salah satu contoh yang dikutip melibatkan kurir yang dibayar untuk mendemonstrasikan tugas mobil tanpa pengemudi: menutup pintu kendaraan Waymo.

Implikasi Strategis

DoorDash melihat ini sebagai cara untuk “mendigitalkan dunia fisik” dengan memanfaatkan jaringan luasnya yang terdiri lebih dari 8 juta kurir. Perusahaan mengklaim ini menawarkan peluang penghasilan yang fleksibel bagi Dasher sambil memberikan wawasan unik kepada bisnis. Peluncuran awal tidak mencakup California, New York City, Seattle, dan Colorado, namun perluasan direncanakan untuk lebih banyak lokasi dan jenis tugas.

Program ini menggambarkan bagaimana platform gig economy berevolusi dari layanan pengiriman sederhana menjadi operasi pengumpulan data. Selain menawarkan penghasilan tambahan bagi kurir, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pekerjaan dan nilai tenaga kerja manusia dalam pengembangan AI.