CES 2026: Teknologi yang Menentukan Masa Depan

17

Liputan CNET pada CES 2026 mengungkap lanskap teknologi yang tidak membahas tentang penemuan inovatif, melainkan lebih banyak membahas tentang perubahan cara kita berinteraksi dengan teknologi. Pertunjukan tahun ini bukan hanya tentang apa yang baru, namun bagaimana teknologi secara diam-diam terintegrasi ke dalam kehidupan kita sehari-hari—menonton, beradaptasi, dan bahkan mengantisipasi kebutuhan kita. Produk-produk menonjol dari acara ini mencerminkan tren ini, mulai dari robot yang siap digunakan di dunia nyata hingga AI yang bergerak lebih dari sekadar bantuan sederhana.

Robot: Dari Lab ke Pabrik

Atlas Boston Dynamics memperkenalkan kehadirannya dengan memamerkan robot humanoid yang kini dilengkapi untuk tugas-tugas industri. Meskipun versi sebelumnya dikenal karena kesalahannya, Atlas terbaru dirancang untuk pekerjaan pabrik yang berulang-ulang, menandai langkah signifikan menuju otomatisasi. Generative Bionics Gene.01 menawarkan alternatif yang lebih bergaya, namun Atlas berfokus pada aplikasi praktis di lingkungan seperti lini produksi Hyundai.

Robot menarik lainnya adalah Beatbot RoboTurtle, yang dirancang untuk mengamati ekosistem bawah air dengan gangguan minimal. Hal ini menunjukkan meningkatnya tren penggunaan robot untuk pemantauan lingkungan, yang menyoroti titik temu antara teknologi dan konservasi.

Tampilan: Melampaui Layar

Proyektor Titan Noir Max dari Xgimi, dengan estetika retro dan teknologi iris dinamis, tampil menonjol sebagai perpaduan gaya dan performa. Iris menyesuaikan dengan tingkat kontras, mencegah bayangan gelap pada pemandangan dengan kontras tinggi. Demikian pula, kacamata gaming Asus ROG R1 yang dipasangkan dengan teknologi Xreal kini menawarkan kecepatan refresh 240Hz, peningkatan penting untuk gaming yang imersif.

Konsep Lenovo Legion Pro yang dapat digulung merupakan pendekatan yang lebih radikal, berkembang dari laptop 18 inci menjadi layar lebar 24 inci dengan slide sederhana. Hal ini menjawab permintaan akan layar yang lebih besar tanpa mengorbankan portabilitas.

Integrasi AI: Asisten Tak Terlihat

Razer Project Ava adalah chatbot AI dengan avatar holografik, mengaburkan batas antara interaksi digital dan fisik. Meskipun konsep ini terlihat menarik secara visual, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah antarmuka tersebut akan meningkatkan atau mengalihkan perhatian dari interaksi di dunia nyata.

Razer Project Motoko, headphone dengan kamera terintegrasi, menawarkan alternatif kacamata pintar untuk saran real-time saat bermain game. Pendekatan ini menghindari kebutuhan akan resep atau adaptasi terhadap faktor bentuk kacamata baru.

Teknologi Rumah: Lebih Cerdas dan Mulus

Roborock Saros Rover adalah robot penyedot debu yang menangani tangga, sebuah tantangan lama dalam otomatisasi rumah. Kakinya yang bersendi memungkinkannya memanjat rintangan, membuatnya lebih serbaguna dibandingkan model tradisional.

Lampu Plafon Ultra dari Govee mengubah langit-langit menjadi tampilan dinamis, memproyeksikan peta, simulasi langit, dan banyak lagi. Lollipop Star menggabungkan suguhan manis dengan audio konduksi tulang, memutar musik langsung melalui rahang.

Masa Depan Kenyamanan

Jackery Solar Mars Bot adalah paket baterai yang dapat diisi sendiri yang mengikuti penggunanya, memberikan daya sesuai permintaan. Hal ini menjawab kebutuhan akan solusi energi portabel di dunia yang semakin bergantung pada perangkat seluler.

Kunci nirkabel Lockin V7 Max menawarkan solusi bebas kabel untuk pintu apartemen, menggunakan pengisian daya nirkabel optik untuk kenyamanan.

CES 2026 bukan hanya tentang gadget yang mencolok; ini tentang teknologi yang beradaptasi agar sesuai dengan kehidupan sehari-hari, sering kali dengan cara yang tidak kita sadari bahwa kita membutuhkannya. Dari robot yang berperan dalam industri hingga asisten AI yang hadir secara fisik, acara ini mengungkapkan masa depan di mana teknologi tidak terlalu mengganggu dan lebih terintegrasi, serta mengantisipasi kebutuhan kita bahkan sebelum kita menyadarinya.