Kelompok hacktivist pro-Iran, yang dikenal sebagai Handala, mengaku bertanggung jawab atas serangan siber skala besar terhadap Stryker, sebuah perusahaan teknologi medis yang berbasis di AS. Serangan tersebut dilaporkan telah menghapus sistem di seluruh dunia, dengan halaman login menampilkan logo grup tersebut, menurut laporan dari The Wall Street Journal dan dikonfirmasi oleh Stryker sendiri.
Serangan dan Tuntutan Tanggung Jawab
Handala menegaskan bahwa serangan itu adalah pembalasan atas apa yang mereka gambarkan sebagai agresi AS terhadap Iran, khususnya mengutip dugaan pemboman sekolah perempuan di Minab yang menewaskan lebih dari 175 orang, termasuk anak-anak. Para peretas mengklaim telah menghapus lebih dari 200.000 sistem, mengekstraksi 50 terabyte data, dan menutup paksa kantor Stryker di 79 negara.
Stryker mengakui adanya “gangguan jaringan global” yang mempengaruhi lingkungan Microsoft tetapi menyangkal bukti adanya ransomware atau malware. Perusahaan menyatakan bahwa timnya sedang berupaya memulihkan sistem dan langkah-langkah kesinambungan bisnis telah diterapkan.
Konteks: Meningkatnya Perang Dunia Maya
Serangan ini menyoroti meningkatnya tren perang siber yang bermotif politik. Handala muncul setelah serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober dan sejak itu menargetkan infrastruktur penting di Israel, kawasan Teluk, dan organisasi-organisasi Barat. Menurut IBM X-Force Exchange, taktik kelompok ini mencakup phishing, malware khusus, dan pencurian data—semuanya dirancang untuk memaksimalkan gangguan dan dampak psikologis.
“Kampanye Handala secara konsisten menampilkan pesan-pesan ideologis, klaim pelanggaran yang berlebihan atau menyesatkan, dan sengaja menargetkan sektor-sektor penting seperti layanan kesehatan dan energi.” – Pertukaran IBM X-Force
Mengapa Stryker?
Meskipun Stryker tidak terkait langsung dengan tindakan militer AS baru-baru ini terhadap Iran, perusahaan tersebut beroperasi di Israel dan mendapatkan kontrak senilai $450 juta dengan Departemen Pertahanan AS tahun lalu. Hal ini mungkin menjadikannya target simbolis bagi Handala, yang juga mengelola situs web yang mengungkap individu-individu yang diduga terkait dengan Angkatan Pertahanan Israel dan kontraktor pertahanan.
Gambaran Lebih Besar
Serangan terhadap Stryker menggarisbawahi kerentanan sektor-sektor penting sekalipun, seperti layanan kesehatan, terhadap konflik siber geopolitik. Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas langkah-langkah keamanan siber terhadap peretas yang disponsori negara atau didorong oleh ideologi. Gangguan pada sistem teknologi medis dapat menimbulkan konsekuensi yang luas, dan berpotensi mempengaruhi perawatan pasien di rumah sakit di seluruh dunia.
Situasinya masih berubah-ubah, namun serangan ini menjadi pengingat bahwa perang dunia maya sedang meningkat, dan mempunyai dampak nyata terhadap pemerintah dan perusahaan swasta.
