AI Mendeteksi Kanker Pankreas Sejak Awal di Tiongkok, Meningkatkan Tingkat Kelangsungan Hidup

9

Pemeriksaan rutin menyelamatkan Qiu Sijun, seorang pensiunan berusia 57 tahun di Tiongkok timur, dari keterlambatan diagnosis kanker pankreas yang berpotensi fatal. Hanya tiga hari setelah tes diabetes standar, dia menerima telepon tak terduga dari Dr. Zhu Kelei, kepala departemen pankreas rumah sakit, yang meminta tindak lanjut.

Alasannya? Kecerdasan buatan (AI) telah mendeteksi tumor tahap awal pada CT scan rutinnya, sebelum Tuan Qiu mengalami gejala apa pun. Hal ini memungkinkan dilakukannya operasi pengangkatan segera, sehingga secara dramatis meningkatkan prognosisnya.

Kasus ini menunjukkan tren yang berkembang di Tiongkok: rumah sakit dan perusahaan teknologi dengan cepat menerapkan alat diagnostik bertenaga AI untuk mengatasi beberapa masalah medis yang paling menantang. Kanker pankreas, yang terkenal sulit dideteksi sejak dini, merupakan salah satu fokus utama. Deteksi dini sangat penting karena kanker pankreas seringkali berakibat fatal jika ditemukan pada stadium lanjut.

Sistem AI, yang saat ini sedang diuji di rumah sakit, menganalisis CT scan dengan kecepatan dan keakuratan yang luar biasa, menandai anomali yang mungkin terlewatkan oleh ahli radiologi manusia, terutama pada fase awal penyakit yang tidak menunjukkan gejala. Ini berarti lebih banyak pasien seperti Tuan Qiu yang dapat menerima intervensi penyelamatan jiwa sebelum kankernya menyebar.

Perlombaan untuk mengintegrasikan AI ke dalam layanan kesehatan bukan hanya soal kecepatan; ini tentang ekuitas. Dorongan AI Tiongkok dalam bidang kedokteran dapat mengurangi kesenjangan dalam akses terhadap diagnostik berkualitas tinggi, terutama di daerah pedesaan di mana dokter spesialis langka.

Teknologi ini menunjukkan potensi AI untuk merevolusi layanan kesehatan, beralih dari pengobatan reaktif ke pencegahan proaktif, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa.